{"id":14013,"date":"2023-01-07T23:16:08","date_gmt":"2023-01-07T16:16:08","guid":{"rendered":"https:\/\/aufaproject46.com\/?p=14013"},"modified":"2023-01-07T23:16:08","modified_gmt":"2023-01-07T16:16:08","slug":"apa-fungsi-relay-8-fungsi-relay-pada-motor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/apa-fungsi-relay-8-fungsi-relay-pada-motor\/","title":{"rendered":"Apa Fungsi Relay? 8 Fungsi Relay Pada Motor"},"content":{"rendered":"<?xml encoding=\"utf-8\" ?><p><strong>Apa Fungsi Relay? 8 Fungsi Relay Pada Motor<\/strong><\/p><p><a href=\"https:\/\/www.aufaproject46.com\/?utm_source=Blogger+activity&amp;utm_medium=Referral+Paid&amp;utm_campaign=Backlink+Desember&amp;utm_term=Backlink+Desember\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Aufaproject46.com<\/a> &ndash; Hallo sobat otomotif, Fungsi relay pada motor secara umum adalah untuk menjaga stabilitas listrik yang digunakan untuk komponen lampu dan klakson.<\/p><p>Meskipun tampak sederhana, relay pada motor memiliki dampak yang besar. Bayangkan jika lampu sepeda motor mati di malam hari. Jalan tidak akan terlihat jelas dan akan menimbulkan bahaya bagi pengendara lain.<\/p><p>Relay bekerja dengan dukungan dari dua komponen, yaitu saklar dan kumparan. Apabila kotak pint dalam relay terhubung, maka arus listrik dapat mengalir. Namun, jika saklar terbuka, maka aliran arus listrik akan terputus.<\/p><p>Lalu, apa saja fungsi lain dari relay pada sepeda motor? Berikut ini adalah ulasan singkat tentang hal tersebut!<\/p><div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-black ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 eztoc-toggle-hide-by-default' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/apa-fungsi-relay-8-fungsi-relay-pada-motor\/#Fungsi_Relay_Pada_Motor\" >Fungsi Relay Pada Motor<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/apa-fungsi-relay-8-fungsi-relay-pada-motor\/#1_Mengurangi_Konsleting_Pada_Motor\" >1. Mengurangi Konsleting Pada Motor<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/apa-fungsi-relay-8-fungsi-relay-pada-motor\/#2Menyimpan_Aliran_Listrik\" >2.Menyimpan Aliran Listrik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/apa-fungsi-relay-8-fungsi-relay-pada-motor\/#3_Jalankan_fungsi_logika\" >3. Jalankan fungsi logika<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/apa-fungsi-relay-8-fungsi-relay-pada-motor\/#4_Kunci_Pengaman\" >4. Kunci Pengaman<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/apa-fungsi-relay-8-fungsi-relay-pada-motor\/#5_Relay_Starter\" >5. Relay Starter<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/apa-fungsi-relay-8-fungsi-relay-pada-motor\/#6_Perpanjang_usia_sakelar\" >6. Perpanjang usia sakelar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/apa-fungsi-relay-8-fungsi-relay-pada-motor\/#7_Menstabilkan_Tegangan_Tinggi\" >7. Menstabilkan Tegangan Tinggi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/apa-fungsi-relay-8-fungsi-relay-pada-motor\/#8_Pendukung_Aksesoris_Tambahan\" >8. Pendukung Aksesoris Tambahan<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Relay_Pada_Motor\"><\/span>Fungsi Relay Pada Motor<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2><p>\n<figure id=\"attachment_14014\" aria-describedby=\"caption-attachment-14014\" style=\"width: 670px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-14014 size-full\" src=\"https:\/\/aufaproject46.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Fungsi-Relay.jpg\" alt=\"Fungsi Relay Pada Motor\" width=\"680\" height=\"420\"><figcaption id=\"caption-attachment-14014\" class=\"wp-caption-text\">( motorplus-online )<\/figcaption><\/figure>\n<\/p><p>Faktanya, mesin kecil yang terdapat pada motor memiliki peranan penting dalam kinerja sebuah motor. Berikut ini adalah 8 fungsi relay pada motor yang harus Anda ketahui.<\/p><h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Mengurangi_Konsleting_Pada_Motor\"><\/span>1. Mengurangi Konsleting Pada Motor<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3><p>Peran relay pada motor yang pertama adalah untuk mencegah konsleting listrik. Padahal, tidak semua relay memiliki kemampuan untuk memproteksi peralatan listrik. Sebagian besar relay terbaru sudah memiliki pelindung sehingga terlindung dari korsleting listrik.<\/p><p>Jika arus yang mengalir ke sekering tidak stabil, maka akan terjadi korsleting. Jika terjadi korsleting, motor berisiko tinggi terbakar. Cara mengecek korsleting listrik juga memerlukan keahlian khusus.<\/p><p>Inilah sebabnya mengapa kontak relai perlu dirawat dari kotoran dan kerak. Apalagi jika papannya sudah lemah, perlu diganti dengan yang baru. Dengan cara ini arus maksimum dapat mengalir melalui relay tersebut.<\/p><h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2Menyimpan_Aliran_Listrik\"><\/span>2.Menyimpan Aliran Listrik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3><p>Peran relay pada sepeda motor lain adalah untuk menunda aliran arus. Relay dapat digunakan sebagai baterai yang dapat digunakan untuk menyimpan arus listrik. Relay mampu menyimpan listrik dalam jumlah besar.<\/p><p>Ini terjadi ketika koil catu daya menarik arus tinggi. Ini memancarkan listrik sedikit demi sedikit. Jika arusnya kecil, dapat dikumpulkan pada relai terlebih dahulu.<\/p><p>Peran relai lebih sebagai penstabil saat timbul arus abnormal. Arus besar dan kecil dapat disimpan di kotak relai.<\/p><h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Jalankan_fungsi_logika\"><\/span>3. Jalankan fungsi logika<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3><p>Relai mengatur komponen mana yang perlu diberi energi. Tugasnya adalah memastikan komponen diberi daya dalam jumlah yang benar.<\/p><p>Relai memiliki kemampuan beradaptasi sinyal rendah, tindakan cepat, dan sensitivitas sedang. Dia mampu mengambil tindakan yang diperlukan ketika perintah diberikan.<\/p><p>Misalnya, ketika tombol klakson diaktifkan, kotak relai akan menyebabkan elemen yang terhubung ke klakson mengalir. Motor itu langsung mengeluarkan suara keras.<\/p><h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Kunci_Pengaman\"><\/span>4. Kunci Pengaman<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3><p>Kunci pengaman adalah salah satu fungsi relay sepeda motor. Relai mencegah korsleting agar tidak memengaruhi komponen lain.<\/p><p>Fungsi relai ini juga membuatnya menemukan aplikasi di perangkat elektronik lainnya. Dalam arus bolak-balik, relai digunakan untuk mengontrol pompa pendingin. Pada panel listrik, relay digunakan sebagai pengontrol kapasitas arus.<\/p><p>Penggunaan relay pada kendaraan seperti sepeda motor dan mobil juga tidak berpengaruh pada aki kendaraan. Alasannya karena relay hanya bisa beroperasi dengan aliran listrik.<\/p><p>Tujuan penggunaan relay pada klakson adalah untuk mencegah kerusakan pada kendaraan. Inilah mengapa relai bisa dikatakan sebagai kunci pengaman.<\/p><h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Relay_Starter\"><\/span>5. Relay Starter<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4><p>Relay starter adalah kegiatan menghidupkan mesin. Jika relai starter rusak, akan sulit menghidupkan motor dengan starter elektrik.<\/p><p>Relai starter bertindak sebagai jembatan antara baterai, kontak, dan generator starter. Saat posisi kontak terbuka, arus dari aki akan terhubung ke genset starter, namun mesin tidak langsung hidup.<\/p><p>Dengan menekan tombol start elektrik, relay starter menghubungkan arus ke genset starter sehingga mesin langsung hidup.<\/p><p>Ada dua cara untuk mengecek kondisi relay starter. Cara pertama biasanya seorang mekanik menghubungkan dua tiang pengikat dan menekuk kabel dengan obeng.<\/p><p>Jika mesin langsung hidup tetapi starter tidak mau hidup, maka perlu dilakukan penggantian bendik.<\/p><p>Cara kedua adalah dengan menggunakan multifunction tester, atur ke posisi resistansi atau ohm. Dari alat ini Anda dapat mengetahui apakah ada masalah dengan relai starter.<\/p><h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Perpanjang_usia_sakelar\"><\/span>6. Perpanjang usia sakelar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4><p>Relai juga membantu memperluas fungsionalitas sakelar. Sebenarnya ada saklar utama di motor. Fungsinya untuk mematikan dan menghidupkan arus.<\/p><p>Kehadiran relai berbagi beban switching, sehingga memperpanjang umur sakelar utama. Kedua belah pihak dapat bekerja sesuai tanggung jawabnya masing-masing.<\/p><p>Jika terjadi masalah pada kondisi relay, hal ini dapat diindikasikan dengan starter yang mulai mengeluarkan suara terputus-putus.<\/p><p>Apabila mengalami kendala tersebut segera bawa motor ke bengkel untuk dilakukan penggantian relay.<\/p><h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Menstabilkan_Tegangan_Tinggi\"><\/span>7. Menstabilkan Tegangan Tinggi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4><p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-14015 size-full\" src=\"https:\/\/aufaproject46.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Relay-motor.jpg\" alt=\"Fungsi Relay Pada Motor\" width=\"680\" height=\"420\"><\/p><p>Seperti disebutkan sebelumnya, relay mampu menyimpan arus abnormal. Relai terkait arus lainnya pada sepeda motor berfungsi sebagai pengatur tegangan tinggi.<\/p><p>Dengan sinyal tegangan rendah, relai dapat mengatur arus. Tegangan tinggi disebabkan oleh daya yang diblokir dan dihentikan di salah satu perangkat.<\/p><p>Dengan menggunakan relai, tegangan pada titik tertentu dapat dipastikan. Risiko korsleting dapat diminimalkan.<\/p><h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Pendukung_Aksesoris_Tambahan\"><\/span>8. Pendukung Aksesoris Tambahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4><p>Relay tidak mengganggu kinerja baterai, tetapi memaksimalkan fungsi baterai itu sendiri. Apalagi jika pemilik sepeda motor ingin memodifikasi kendaraannya dengan aksesoris tambahan.<\/p><p>Jika Anda tidak menggunakan relay, Anda berisiko menghabiskan baterai dengan cepat. Meskipun relay dapat mendukung aksesori tambahan, seperti penambahan aksesoris lampu, klakson, perhatian harus diberikan pada konsumsi daya.<\/p><p>Nah, sekarang Masbro sekalian sudah sedikit mengerti tentang apa peran relay pada motor. Jangan lupa untuk melakukan perawatan rutin agar relay Anda tetap bekerja dengan performa terbaiknya.<\/p><p>Butuh Aksesoris motor? Jangan Lupa mampir di Onlineshop Kami&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.aufaproject.com\/?utm_source=Blogger+activity&amp;utm_medium=Referral+Paid&amp;utm_campaign=Backlink+oktober&amp;utm_term=Backlink+oktober\" target=\"_blank\" rel=\"noopener nofollow\">aufaproject.com<\/a>, Tersedia beragam aksesoris Motor matick terbaru dan selalu update model-modelnya, Terimakasih<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<?xml encoding=\"utf-8\" ?><p>Apa Fungsi Relay? 8 Fungsi Relay Pada MotorAufaproject46.com &ndash; Hallo sobat otomotif, Fungsi relay pada motor secara umum adalah untuk menjaga stabilitas listrik yang digunakan untuk komponen lampu dan klakson.Meskipun tampak sederhana, relay pada motor memiliki dampak yang besar. Bayangkan jika lampu sepeda motor mati di malam hari. Jalan tidak akan terlihat jelas dan akan &hellip; <a title=\"Apa Fungsi Relay? 8 Fungsi Relay Pada Motor\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/apa-fungsi-relay-8-fungsi-relay-pada-motor\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Apa Fungsi Relay? 8 Fungsi Relay Pada Motor\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14016,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38,915],"tags":[2487,2488,2422],"class_list":["post-14013","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-riview","category-tips-trick","tag-fungsi-lain-dari-relay","tag-fungsi-relay","tag-tips-otomotif","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14013","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14013"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14013\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14013"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14013"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14013"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}