{"id":12206,"date":"2021-12-31T14:24:03","date_gmt":"2021-12-31T14:24:03","guid":{"rendered":"https:\/\/otoriders.com\/?p=12206"},"modified":"2021-12-31T14:24:03","modified_gmt":"2021-12-31T14:24:03","slug":"motor-motogp-manual-atau-matic-simak-fakta-menarik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/motor-motogp-manual-atau-matic-simak-fakta-menarik\/","title":{"rendered":"Motor MotoGP Manual atau Matic, Simak Faktanya!"},"content":{"rendered":"<?xml encoding=\"utf-8\" ?><p>Pernah bertanya-tanya motor motoGP manual atau matic? Wajar saja, mungkin para penonton tidak pernah melihat pembalap motoGP menekan tuas kopling saat berkendara. Hal ini, tentu akan banyak membuat pemikiran jikalau motor yang digunakan untuk balapan di dalam sirkuit motoGP menggunakan sistem kerja matic.<\/p><p>Sebenarnya, motor yang dipakai pada motoGP termasuk dalam kategori motor manual. Hanya saja terdapat beberapa perbedaan terkait dengan sistem kerjanya. Tentu saja hal ini berhubungan dengan kebutuhan kecepatan dan ketangguhan ketika berlaga pada sirkuit balapan. Lalu, apa saja fakta tentang motor yang dipergunakan pada motoGP?<\/p><div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-black ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 eztoc-toggle-hide-by-default' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/motor-motogp-manual-atau-matic-simak-fakta-menarik\/#1_Hanya_Menarik_Tuas_Kopling_Sekali\" >1. Hanya Menarik Tuas Kopling Sekali<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/motor-motogp-manual-atau-matic-simak-fakta-menarik\/#2_Memakai_Quickshifter\" >2. Memakai Quickshifter<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/motor-motogp-manual-atau-matic-simak-fakta-menarik\/#3_Mematikan_Mesin_terjadi_hanya_Hitungan_Milisecond\" >3. Mematikan Mesin terjadi hanya Hitungan Milisecond<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/motor-motogp-manual-atau-matic-simak-fakta-menarik\/#4_Pakai_Kopling_Kering_bukan_Kopling_Basah\" >4. Pakai Kopling Kering bukan Kopling Basah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/motor-motogp-manual-atau-matic-simak-fakta-menarik\/#5_Penggantian_Gigi_Lebih_Sedikit\" >5. Penggantian Gigi Lebih Sedikit<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Hanya_Menarik_Tuas_Kopling_Sekali\"><\/span><b>1. Hanya Menarik Tuas Kopling Sekali<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3><p>Apabila penonton sering melihat pembalap motoGP tidak pernah menarik tuas kopling saat sedang bertanding, itu memang benar adanya. Pasalnya, penggunaan tuas kopling hanya dilakukan saat sebelum <i>start<\/i> saja. Hal itu, hanya dimaksudkan supaya mesin tidak mati .<\/p><p>Setelah motor sudah melaju ke arena sirkuit, fungsi kopling diambil alih oleh quickshifter. Memang, pada umumnya ketika pemindahan <i>gear<\/i>, tuas kopling akan ditekan. Hal ini, bertujuan agar tuas transmisi dapat ditekan dan terjadi pergantian gear. Akan tetapi, dalam dunia balap motor, sangat disayangkan waktu dalam <i>milisecond<\/i> terbuang percuma hanya untuk menekan kopling dan mengganti <i>gear<\/i>.<\/p><h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Memakai_Quickshifter\"><\/span><b>2. Memakai Quickshifter<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3><p>Inilah jawaban dari apakah motor motoGP manual atau matic. Quickshifter dipilih sebagai pengganti tugas dari kopling. Telah diketahui sebelumnya, jika pada motor balap motoGP tidak perlu menekan tuas kopling. Quickshifter dapat bekerja dengan cara memutuskan putaran mesin langsung ke <i>gearbox<\/i>.<\/p><p>Ketika quickshifter bekerja membuat mesin mati sesaat, mesin tidak akan menghasilkan tenaga. Pada saat itulah, <i>gear<\/i> dapat berpindah. Sementara, kopling memutus putaran mesin dalam kondisi mesin tetap hidup.<\/p><h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Mematikan_Mesin_terjadi_hanya_Hitungan_Milisecond\"><\/span><b>3. Mematikan Mesin terjadi hanya Hitungan <\/b><b><i>Milisecond<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3><p>Konsep mematikan mesin pada motor motoGP adalah dengan cara memutus aliran listrik yang menuju busi. Mesin bisa mati akibat tidak terjadi pembakaran. Jeda waktu yang dipakai pada saat mesin dimatikan terjadi hanya dalam beberapa<i> millisecond<\/i> saja.<\/p><p>Waktu tersebut lebih cepat dibandingkan dengan menekan tuas kopling dan menekan pedal shifter. Waktu pemutusan aliran listrik terjadi ketika tuas pemindah <i>gear<\/i> yang terhubung lever ditekan. <i>Lever<\/i> tersebut terhubung sensor yang kemudian sensor tersebut mengirim sinyal ke ECU untuk memutus arus yang menuju busi.<\/p><h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Pakai_Kopling_Kering_bukan_Kopling_Basah\"><\/span><b>4. Pakai Kopling Kering bukan Kopling Basah<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3><p>Motor pada <a href=\"https:\/\/otoriders.com\/alasan-kenapa-ban-motogp-ditutup-sebelum-balapan\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">motoGP<\/a> menggunakan kopling kering bukan kopling basah. Alasannya supaya<i> power<\/i> dapat ditransfer dari mesin ke transmisi. Lalu, dapat diteruskan menuju ke roda belakang.<\/p><p>Disebut dengan kopling kering dikarenakan kampas kopling tidak terlumasi oli seperti halnya pada kopling basah. Hal itu, juga menjadi alasan dipilihnya kampas kopling kering pada motor motoGP. Tiada pelumas oli, maka hambatan yang disebabkan karena oli pun akan berkurang. Dengan demikian, akan lebih efisien tenaga dari mesin yang terbuang.<\/p><h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Penggantian_Gigi_Lebih_Sedikit\"><\/span><b>5. Penggantian Gigi Lebih Sedikit<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3><p>Terdapat 2 rangkaian kopling yang saling berhubungan. Pada motor motoGP penggantian gigi dicatat lebih sedikit. Pasalnya, penggunaan <i>seamless gearbox delay<\/i> bisa membuat motor tersebut tidak harus banyak melakukan pemindahan<i> gear<\/i>.<\/p><p>Ketika <i>gear<\/i> pada posisi 3 dipindah ke 2, secara bersamaan garpu pemindah dari <a href=\"https:\/\/otomania.gridoto.com\/read\/241183027\/beda-ini-cara-mengoper-gigi-persneling-di-motogp\" rel=\"nofollow sponsored noopener\" target=\"_blank\"><i>gear<\/i> <\/a>3 akan lepas dan garpu pemindah akan terhubung dengan <i>gear<\/i> ke 2. <i>Seamless gearbox<\/i> juga menerapkan <i>dog clutch<\/i>. Hal itu, menyebabkan motor tidak perlu menggunakan <i>synchromesh<\/i> untuk menyelaraskan putaran <i>gear input<\/i> dengan <i>gear output<\/i>.<\/p><p>Itulah, fakta yang terjadi pada motor motoGP terkait pertanyaan motor motoGP manual atau matic. Ternyata memang dilengkapi dengan kecanggihan teknologi otomotif yang membuatnya seperti matic, padahal termasuk motor dengan sistem manual.<\/p><p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<?xml encoding=\"utf-8\" ?><p>Pernah bertanya-tanya motor motoGP manual atau matic? Wajar saja, mungkin para penonton tidak pernah melihat pembalap motoGP menekan tuas kopling saat berkendara. Hal ini, tentu akan banyak membuat pemikiran jikalau motor yang digunakan untuk balapan di dalam sirkuit motoGP menggunakan sistem kerja matic.Sebenarnya, motor yang dipakai pada motoGP termasuk dalam kategori motor manual. Hanya saja &hellip; <a title=\"Motor MotoGP Manual atau Matic, Simak Faktanya!\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/motor-motogp-manual-atau-matic-simak-fakta-menarik\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Motor MotoGP Manual atau Matic, Simak Faktanya!\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12207,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[45],"tags":[582],"class_list":["post-12206","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-seputar-motogp","tag-motor-motogp-manual-atau-matic","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12206","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12206"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12206\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12206"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12206"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12206"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}