{"id":12172,"date":"2021-12-26T12:30:13","date_gmt":"2021-12-26T12:30:13","guid":{"rendered":"https:\/\/otoriders.com\/?p=12172"},"modified":"2021-12-26T12:30:13","modified_gmt":"2021-12-26T12:30:13","slug":"5-fungsi-kiprok-motor-dan-cara-merawatnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/5-fungsi-kiprok-motor-dan-cara-merawatnya\/","title":{"rendered":"5 Fungsi Kiprok Motor dan Cara Merawatnya Supaya Awet"},"content":{"rendered":"<?xml encoding=\"utf-8\" ?><p>Kata kiprok mungkin masih asing di telinga beberapa orang. Kiprok merupakan salah satu benda penting, yang ada dalam kendaraan motor. Bagi yang belum tahu, <i>Rectifier Regulator<\/i> atau kiprok ialah sistem kelistrikan dalam motor. Lalu apa fungsinya untuk motor? Berikut fungsi kiprok motor dan cara merawatnya supaya awet:<\/p><div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-black ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 eztoc-toggle-hide-by-default' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/5-fungsi-kiprok-motor-dan-cara-merawatnya\/#Fungsi_Kiprok_Motor\" >Fungsi Kiprok Motor<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/5-fungsi-kiprok-motor-dan-cara-merawatnya\/#1_Mengubah_Arus_Listrik\" >1. Mengubah Arus Listrik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/5-fungsi-kiprok-motor-dan-cara-merawatnya\/#2_Mengalirkan_Arus_Listrik_ke_Aki\" >2. Mengalirkan Arus Listrik ke Aki<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/5-fungsi-kiprok-motor-dan-cara-merawatnya\/#3_Menstabilkan_Arus_Listrik_dalam_Motor\" >3. Menstabilkan Arus Listrik dalam Motor<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/5-fungsi-kiprok-motor-dan-cara-merawatnya\/#4_Penstabil_Arus_Listrik_ke_Lampu\" >4. Penstabil Arus Listrik ke Lampu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/5-fungsi-kiprok-motor-dan-cara-merawatnya\/#5_Mengalirkan_Arus_Listrik_ke_Starter_dan_Klakson\" >5. Mengalirkan Arus Listrik ke Starter dan Klakson<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/5-fungsi-kiprok-motor-dan-cara-merawatnya\/#Cara_Merawat_Kiprok_Motor\" >Cara Merawat Kiprok Motor<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Kiprok_Motor\"><\/span><b>Fungsi Kiprok Motor<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2><p><a href=\"https:\/\/otoriders.com\/ciri-ciri-kiprok-motor-sudah-mulai-soak-atau-rusak\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Kiprok<\/a> motor mempunyai fungsi yang sangat penting, karena kedudukannya sebagai sistem kelistrikan motor. Bayangkan jika sistem kelistrikan ini rusak, maka otomatis keseluruhan motor juga akan rusak. Untuk mengetahui fungsi kiprok motor selengkapnya, simak pembahasan berikut ini:<\/p><h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Mengubah_Arus_Listrik\"><\/span><b>1. Mengubah Arus Listrik<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3><p>Fungsi yang pertama ialah untuk mengubah arus listrik, dari AC menjadi DC. Arus listrik AC adalah arus listrik yang besaran dan arahnya selalu berubah, atau bolak-balik. Sementara arus listrik DC merupakan arus listrik yang besaran dan arahnya selalu searah. Jadi arus listrik yang terdapat di Spul dan aki motor berbeda.<\/p><p>Arus listrik yang terdapat di Spul ialah AC, sementara arus listrik di aki merupakan DC. Disinilah kiprok dibutuhkan, untuk mengubah arus listrik dari Spul menuju aki. Jadi arus listrik AC akan diubah menjadi DC, sehingga bisa tersambung dengan baik. Jika tidak ada kiprok, maka listrik tidak akan bisa disambungkan ke aki.<\/p><h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Mengalirkan_Arus_Listrik_ke_Aki\"><\/span><b>2. Mengalirkan Arus Listrik ke Aki<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3><p>Fungsi kedua adalah mengalirkan arus listrik ke aki. Sebagai sistem kelistrikan dalam motor, tentu kiprok lah yang bertanggung jawab untuk mengalirkan listrik ke aki. Tujuan dari pengaliran listrik ini adalah supaya aki bisa bekerja dengan baik. Jika aki tidak dialirkan listrik, maka tidak dapat digunakan sama sekali.<\/p><h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Menstabilkan_Arus_Listrik_dalam_Motor\"><\/span><b>3. Menstabilkan Arus Listrik dalam Motor<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3><p>Ketiga ialah untuk menstabilkan arus listrik dalam motor. Arus listrik yang dialirkan ke aki, atau komponen lainnya tidak boleh sembarangan. Aliran listriknya tidak boleh terlalu besar, ataupun terlalu kecil. Jadi sebelum dialirkan, kiprok akan menstabilkan nya lebih dulu. Dengan begitu, besaran aliran listrik masing-masing komponen sudah sesuai kebutuhannya.<\/p><h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Penstabil_Arus_Listrik_ke_Lampu\"><\/span><b>4. Penstabil Arus Listrik ke Lampu<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3><p>Berikutnya ialah sebagai penstabil arus listrik ke lampu. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa besaran arus listrik setiap komponen harus diatur. Jadi tidak boleh terlalu besar, ataupun kecil. Jika arus listrik yang dialirkan ke lampu terlalu besar, bisa membuat rangkaian bohlam terputus. Akibatnya lampu tidak dapat dinyalakan, dan rangkaian bohlamnya harus diperbaiki dulu.<\/p><h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Mengalirkan_Arus_Listrik_ke_Starter_dan_Klakson\"><\/span><b>5. Mengalirkan Arus Listrik ke Starter dan Klakson<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3><p>Terakhir ialah mengalirkan arus listrik ke starter dan klakson. Starter dan klakson menjadi salah satu komponen motor, yang membutuhkan aliran listrik untuk bekerja. Tanpa adanya aliran listrik dari kiprok, maka starter dan klakson tidak bisa berfungsi dengan baik.<\/p><h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Merawat_Kiprok_Motor\"><\/span><b>Cara Merawat Kiprok Motor<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2><p>Setelah membahas mengenai fungsi <a href=\"https:\/\/otomotif.kompas.com\/read\/2020\/12\/31\/102200515\/apa-itu-kiprok-dan-fungsinya-pada-sepeda-motor-\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">kiprok pada motor<\/a>, selanjutnya adalah pembahasan mengenai cara merawat kiprok motor. Para pemilik motor harus selalu memperhatikan kiprok motornya. Jika kiprok dirawat dengan benar, maka secara otomatis seluruh kelistrikan dalam motor juga akan terawat. Lalu bagaimana cara merawat kiprok motor yang benar?<\/p><p>Merawat kiprok motor tidak sulit sama sekali. Pertama pemilik motor harus memperhatikan umur baterai. Umur baterai pada kiprok ini biasanya bertahan selama dua tahun. Jadi setiap dua tahun, jangan lupa memeriksa kondisi baterai. Jika baterai sudah habis, maka harus segera diganti.<\/p><p>Cara merawat berikutnya ialah dengan membawanya ke tempat servis. Tujuannya untuk memeriksa kondisi motor secara keseluruhan, salah satunya ialah bagian kiprok. Jika ada masalah, maka akan langsung diperbaiki.<\/p><p>Itulah fungsi kiprok motor dan cara merawatnya supaya awet. Sebagai sistem kelistrikan dalam motor, tentunya kiprok juga harus diperhatikan. Jangan sampai kiprok rusak, sehingga menyebabkan kerusakan pada komponen lainnya. Jadi rawatlah kiprok motor, dan juga motor secara keseluruhan.<\/p><p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<?xml encoding=\"utf-8\" ?><p>Kata kiprok mungkin masih asing di telinga beberapa orang. Kiprok merupakan salah satu benda penting, yang ada dalam kendaraan motor. Bagi yang belum tahu, Rectifier Regulator atau kiprok ialah sistem kelistrikan dalam motor. Lalu apa fungsinya untuk motor? Berikut fungsi kiprok motor dan cara merawatnya supaya awet:Fungsi Kiprok MotorKiprok motor mempunyai fungsi yang sangat penting, &hellip; <a title=\"5 Fungsi Kiprok Motor dan Cara Merawatnya Supaya Awet\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/5-fungsi-kiprok-motor-dan-cara-merawatnya\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang 5 Fungsi Kiprok Motor dan Cara Merawatnya Supaya Awet\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12173,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[37],"tags":[232],"class_list":["post-12172","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-fungsi-kiprok-motor","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12172","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12172"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12172\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12172"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12172"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12172"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}