{"id":11878,"date":"2021-11-24T08:32:49","date_gmt":"2021-11-24T01:32:49","guid":{"rendered":"https:\/\/aufaproject46.com\/?p=11878"},"modified":"2021-11-24T08:32:49","modified_gmt":"2021-11-24T01:32:49","slug":"cara-melihat-pcd-velg-mobil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/cara-melihat-pcd-velg-mobil\/","title":{"rendered":"Cara Melihat PCD Velg Mobil yang Baik Dan Benar"},"content":{"rendered":"<?xml encoding=\"utf-8\" ?><p><span style=\"font-weight: 400\">Ketika hendak mengganti velg mobil, salah satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah ukuran bolt hole atau lebih sering disebut PCD. Mengapa hal ini penting? Karena setiap mobil memiliki PCD yang berbeda-beda. Pengguna harus mengetahui ukuran PCD yang benar agar tidak salah memilih ukuran. Berikut adalah cara melihat PCD velg mobil yang baik dan benar:<\/span><\/p><div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-black ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 eztoc-toggle-hide-by-default' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/cara-melihat-pcd-velg-mobil\/#Apa_Itu_PCD\" >Apa Itu PCD?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/cara-melihat-pcd-velg-mobil\/#Cara_Melihat_PCD\" >Cara Melihat PCD<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/cara-melihat-pcd-velg-mobil\/#1_Melalui_Buku_Panduan\" >1. Melalui Buku Panduan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/cara-melihat-pcd-velg-mobil\/#2_Melalui_Velg\" >2. Melalui Velg<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/cara-melihat-pcd-velg-mobil\/#3_Mengukur_Secara_Manual\" >3. Mengukur Secara Manual<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_PCD\"><\/span><b>Apa Itu PCD?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Sebelum masuk ke materi utama, sebenarnya apa sih PCD itu? Pitch Circle Diameter atau biasa disingkat PCD merupakan ukuran diameter pada tiap-tiap lubang baut yang saling berseberangan pada velg. Sebenarnya ada istilah lain yang juga mengacu untuk diameter baut pada velg seperti bolt circle diameter, stud pattern, dsb.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">PCD sendiri merupakan ukuran imajiner dan tidak bisa dilihat secara langsung pada velg. Untuk itu, pengguna harus melakukan pengukuran terlebih dahulu. Meski terlihat cukup sepele, sebenarnya PCD ini sangat penting. Dengan mengetahui ukuran PCD yang benar, pengguna bisa mengganti velg secara mandiri tanpa harus pergi ke bengkel.<\/span><\/p><h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Melihat_PCD\"><\/span><b>Cara Melihat PCD<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah mengetahui apa itu PCD, selanjutnya adalah mengetahui cara melihat PCD velg<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Mobil\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"> mobil<\/a>. Bagi para pengguna yang baru pertama kali berurusan dengan otomotif, mungkin akan kesulitan dalam melihat angka-angka PCD. Berikut adalah penjelasan lengkapnya:<\/span><\/p><h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Melalui_Buku_Panduan\"><\/span><b>1. Melalui Buku Panduan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\"><a href=\"https:\/\/aufaproject46.com\/category\/tutorial\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Cara<\/a> paling mudah untuk melihat PCD adalah dengan melalui buku panduan. Setiap kendaraan yang dibeli secara resmi pasti memiliki buku panduan untuk memudahkan pengguna ketika terjadi kerusakan pada kendaraan. PCD biasanya dapat ditemui pada sub-bab roda atau velg.&nbsp;<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Contoh penulisan PCD yang paling umum adalah 4 x 114 atau 5 x 111,4. Apa maksud angka-angka ini? Angka yang ditulis sebelum simbol kali merujuk pada jumlah baut yang ada pada bagian roda. Sementara itu, angka setelah simbol kali adalah ukuran antar masing-masing baut pada velg. Jadi, ketika hendak membeli velg baru, pastikan ukurannya sesuai dengan yang ada pada buku panduan.<\/span><\/p><h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Melalui_Velg\"><\/span><b>2. Melalui Velg<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Selain melalui buku panduan, PCD juga bisa ditemukan pada bagian velg. Biasanya angka PCD dicetak pada bagian dalam berdekatan dengan bagian rem. Namun, pada velg model steel, biasanya angka PCD dicetak pada bagian luar. Pengguna akan menemukan angka-angka dengan format <\/span><b>6 &ndash; JJx15 H2 5&times;109.3 ET36. <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Berikut adalah penjelasan dari masing-masing angka.<\/span><\/p><ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">6 adalah lebar dari velg dalam satuan inch<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">JJ merupakan tinggi flens pada velg. Kode JJ digunakan untuk menerangkan jarak flens yang lebih besar dari 15 inch.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">15 merupakan diameter pada velg dalam satuan inch.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">H2 merupakan jenis model hump yang digunakan pada velg<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">5 menandakan jumlah baut yang terdapat pada velg<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">109.3 merupakan PCD<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">ET36 adalah banyaknya jumlah offset pada velg, yaitu sebanyak 36 mm.<\/span><\/li>\n<\/ul><h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Mengukur_Secara_Manual\"><\/span><b>3. Mengukur Secara Manual<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Jika tidak memiliki buku panduan dan tidak ada angka keterangan pada velg, maka pengguna bisa mengukur PCD pada velg secara manual. Untuk mengukur PCD, pengguna hanya memerlukan meteran atau penggaris. Selain itu, pengguna juga harus menggunakan kalkulator sebagai alat bantu hitung<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah itu, langsung saja ukur jarak antar dua baut yang saling berdekatan. Jarak diukur dengan satuan milimeter. Setelah sudah mendapat hasilnya, selanjutnya tinggal bagikan sesuai dengan jumlah baut. Jika baut berjumlah 4, maka bagikan dengan hasil ukuran tadi dengan 0.7071. Untuk 5 baut bagikan dengan 0.5878, dan untuk 6 baut bagikan dengan 0.5.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Demikian tadi cara melihat PCD velg mobil yang baik dan benar. Dengan mengetahui PCD pada velg mobil, pengguna kini bisa memilih velg yang sesuai dan dapat mengganti velg tanpa memerlukan bantuan bengkel.&nbsp;<\/span><\/p><p>&nbsp;<\/p><p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<?xml encoding=\"utf-8\" ?><p>Ketika hendak mengganti velg mobil, salah satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah ukuran bolt hole atau lebih sering disebut PCD. Mengapa hal ini penting? Karena setiap mobil memiliki PCD yang berbeda-beda. Pengguna harus mengetahui ukuran PCD yang benar agar tidak salah memilih ukuran. Berikut adalah cara melihat PCD velg mobil yang baik dan benar:Apa &hellip; <a title=\"Cara Melihat PCD Velg Mobil yang Baik Dan Benar\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/cara-melihat-pcd-velg-mobil\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Cara Melihat PCD Velg Mobil yang Baik Dan Benar\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13233,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[915],"tags":[1601],"class_list":["post-11878","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips-trick","tag-cara-melihat-pcd-velg-mobil","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11878","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11878"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11878\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13233"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11878"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11878"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11878"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}