{"id":11759,"date":"2021-10-22T16:19:25","date_gmt":"2021-10-22T16:19:25","guid":{"rendered":"https:\/\/otoriders.com\/?p=11759"},"modified":"2021-10-22T16:19:25","modified_gmt":"2021-10-22T16:19:25","slug":"pemasangan-relay-klakson-motor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/pemasangan-relay-klakson-motor\/","title":{"rendered":"4 Langkah Cara Pemasangan Relay Klakson Motor yang Benar"},"content":{"rendered":"<?xml encoding=\"utf-8\" ?><p><span style=\"font-weight: 400\">Pada saat berkendara, ada kalanya pengendara akan mengalami kondisi darurat seperti orang yang menyeberang jalan secara tiba-tiba. Pada saat itulah, motor harus memiliki komponen penting seperti klakson. Namun klakson pada motor seringkali bersuara kecil atau bahkan tidak hidup. Maka dari itu pemasangan relay klakson motor menjadi penting. <\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Pemasangan relay klakson agak rumit jika pembaca yang masih awam. Walaupun begitu, tidak ada salahnya untuk mencoba. Lalu bagaimana caranya? Nah, begini caranya:<\/span><\/p><div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-black ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 eztoc-toggle-hide-by-default' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/pemasangan-relay-klakson-motor\/#1_Siapkan_Peralatan_yang_Dibutuhkan\" >1. Siapkan Peralatan yang Dibutuhkan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/pemasangan-relay-klakson-motor\/#2_Tentukan_Skema_Pemasangan\" >2. Tentukan Skema Pemasangan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/pemasangan-relay-klakson-motor\/#3_Pemasangan_Relay_Skema_Negatif\" >3. Pemasangan Relay Skema Negatif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/pemasangan-relay-klakson-motor\/#4_Pemasangan_Relay_Skema_Positif\" >4. Pemasangan Relay Skema Positif<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Siapkan_Peralatan_yang_Dibutuhkan\"><\/span><b>1. Siapkan Peralatan yang Dibutuhkan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Tentu saja sebelum mulai proses pemasangan, hal yang pertama harus dilakukan yaitu menyiapkan peralatan dan komponen-komponen yang dibutuhkan. Pemasangan relay klakson motor membutuhkan banyak peralatan dan komponen. Peralatan yang dibutuhkan yaitu tang potong kabel untuk memotong <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kabel\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">kabel<\/a> dan mengelupas kabel.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Lalu butuh juga kabel tembaga yang serabutnya sedikit tebal. Kabel ini nantinya yang akan menghubungkan berbagai komponen. Tentu saja komponen yang tidak boleh dilupakan yaitu komponen yang berkaitan dengan relay. Komponen yang berkaitan dengan relay seperti, socket relay, fuse box, relay, terminal konektor, dan lain-lain.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Ada banyak tipe merek relay yang bisa didapatkan. Pastikan bahwa relay yang dibeli tersebut ori karena dipasaran banyak sekali yang menjual kualitas kw. Tentu saja, kualitas ori lebih disarankan karena lebih awet daripada kualitas kw. Selain itu, dari hasil suara yang dihasilkan juga akan lebih lantang daripada kualitas kw.<\/span><\/p><h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Tentukan_Skema_Pemasangan\"><\/span><b>2. Tentukan Skema Pemasangan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Sebelum melakukan pemasangan, tentu saja harus dibuat denah atau skema jalur pemasangannya. Pemasangan yang salah bisa membuat klakson tidak bisa menyala. Namun juga bisa merusak komponen-komponen lainnya. Maka dari itu, penentuan jalur pemasangan harus dibuat.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Skema pemasangan relay bisa dilakukan dengan 2 cara. Cara tersebut yaitu melalui skema jalur positif dan jalur negatif. Pemasang harus bisa memahami skema ini agar tidak terjadi kesalahan pada saat pemasangan.<\/span><\/p><h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Pemasangan_Relay_Skema_Negatif\"><\/span><b>3. Pemasangan Relay Skema Negatif<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Hal pertama yang perlu dilakukan yaitu siapkan kabel dan kupas bagian ujungnya. Kemudian kaitkan tembaga kabel ke relay yang bernomor 30. Kabel yang ditempatkan disini harus kabel yang sedikit tebal agar kuat dan tegangannya kuat. Hal ini dikarenakan, kabel tersebut akan dihubungkan ke bagian aki yang bertanda positif.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Selanjutnya sambungkan lagi kabel yang ukurannya juga agak tebal dari ujung relay yang bernomor 87 ke bagian klakson pada arus positif. Jangan sampai terbalik pemasangannya. Kemudian hubungkan relay yang bernomor 85 dengan kabel ke bagian klakson bertanda A. Sedangkan pada relay terakhir yang bernomor 86 ke klakson bertanda B.<\/span><\/p><h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Pemasangan_Relay_Skema_Positif\"><\/span><b>4. Pemasangan Relay Skema Positif<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Pada pemasangan relay dengan skema positif terdapat persamaan dan perbedaan dengan pemasangan skema negatif. Hal yang pertama dilakukan pada pemasangan ini masih sama seperti sebelumnya yaitu menghubungkan bagian relay yang bernomor 30 ke bagian aki dengan arus positif. Usahakan kabel yang dipakai memiliki ukuran yang tebal agar tegangannya sesuai.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah itu, hubungkan kabel pada ujung relay yang bernomor 87 ke bagian klakson yang berarus positif. Kabel yang dipakai juga harus tebal agar tegangannya sesuai. Sedangkan relay yang bernomor 85 juga diarahkan ke kabel klakson yang bertanda A. Kemudian pada bagian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ground<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"><a href=\"https:\/\/otoriders.com\/ini-dia-cara-simpel-merawat-motor\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"> motor<\/a> dihubungkan dengan ujung relay yang bernomor 86.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Itulah penjelasan mengenai cara pemasangan relay klakson motor yang mudah-mudahan bisa dipahami. Ingat bahwa pemasangan ini sebenarnya tidak rumit, namun bisa saja rumit bagi orang yang masih awam. Jadi jika memang kesulitan bisa menggunakan bantuan dari jasa yang lebih ahli.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<?xml encoding=\"utf-8\" ?><p>Pada saat berkendara, ada kalanya pengendara akan mengalami kondisi darurat seperti orang yang menyeberang jalan secara tiba-tiba. Pada saat itulah, motor harus memiliki komponen penting seperti klakson. Namun klakson pada motor seringkali bersuara kecil atau bahkan tidak hidup. Maka dari itu pemasangan relay klakson motor menjadi penting. Pemasangan relay klakson agak rumit jika pembaca yang &hellip; <a title=\"4 Langkah Cara Pemasangan Relay Klakson Motor yang Benar\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/pemasangan-relay-klakson-motor\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang 4 Langkah Cara Pemasangan Relay Klakson Motor yang Benar\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11760,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[37],"tags":[672],"class_list":["post-11759","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-pemasangan-relay-klakson-motor","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11759","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11759"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11759\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11759"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11759"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aufaproject.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11759"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}